Senin, 10 September 2012

GYAAAHHHHHH~


Oke sipsaya masih sedikit shock

Tadi sehabis maghrib *lupa tepatnya jam berapa*, dari dalam kamar saya mendengar suara dari tetangga yang kamarnya berhadapan sama saya. Sepertinya mereka *3 orang* sedang asik membicarakan sesuatu, sehingga kedengarannya seru sekali obrolan mereka. Sedikit penasaran apa yang mereka bicarakan…saya keluar kamar, sekalian memang ingin ke kamara mandi. Namun saat saya keluar tampaknya obrolan mereka sudah selesai. Saya melihat ke arah mereka, 2 diantaranya memang penghuni kostan lantai bawah *lantai yang saya tempati* & 1 orang lagi penghuni lantai atas. Saya sedikit kaget, karena setahu saya kakak yang satu itu jarang sekali turun ke bawah terkecuali ada hubungannya dengan urusan yang menyangkut kostan. Tapi saya sih awalnya ga kepikiran apa-apa, jadi ya nggak nanya ke mereka habis ngomongin apa.

Beberapa jam kemudian, sepulang habis beli makan, tahu-tahu saya dihampiri oleh kakak yang kamarnya berhadapan dengan saya. Dia terlihat membawa beberapa kertas origami berwarna kuning & beberapa lembar uang. Saya awalnya tidak menyadari, ternyata begitu dia mendekat ke arah saya…saya ditagih untuk bayar listrik dengan total 3 bulan pembayaran. 3 bulan!!!.

OMG~~~ *tottaly speechless

Saya pun hanya bisa diam. Kemudian saya bertanya, bukankah pembayaran listrik selama juli & agustus itu sudah dibayar oleh pemilik kostan?. Kakak itu pun menjelaskan, memang benar listrik yang 2 bulan itu sudah dibayar oleh pemilik kostan *karena 2 bulan itu penghuni kostan sedang pulang ke daerah masing-masing, liburan alih tahun*. Namun, kata dia lagi, kakak yang tinggal di lantai atas, yang biasa mengordinir pembayaran listrik tadi di telfon oleh pemilik kostan. Bahwa penghuni kostan tetap diharuskan membayar uang listrik 2 bulan yang lalu, untuk mengganti uang si pemilik kostan yang digunakan untuk mebayar listrik. Edaaaaasss~

Karena sekarang sudah masuk ke bulan September pertengahan, maka saya juga harus membayar listrik bulan ini…itu berarti saya harus bayar listrik selama 3 bulan, dengan total 75 ribu. Mungkin itu bukan masalah besar. Namun, itu masalah bagi saya, karena uang di dompet saya hanya ada 30 ribu & di ATM pun hanya 50 ribu. Sementara sebenarnya uang tersebut adalah uang saku saya hingga hari Jum’at. U know what i mean, right??? So…dengan sangat terpaksa saya akhirnya mengambil jalan terakhir dengan menelfon orang tua meminta kiriman uang saku, huhuhuhu *maaf ya ma T_T

Anyhow, lain kali…jika ada liburan panjang seperti kemarin lagi, sepertinya harus menyiapkan uang cadangan saat kembali ke kostan, daripada harus kena tagihan dadakan & ga bisa bayar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar